Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia

Dibaca 342 orang
Font Size :
Table of Content
Solo Leveling Bahasa Indonesia

Chapter 75

Snow Bear Translation

Di hadapan pilihan itu di masa lalu, Jinwoo telah memilih Blessed Random Box daripada Cursed Random Box. Dari Blessed Random Box itulah dia mendapatkan Kunci Demon Castle. Melalui kunci itu, dia telah menghasilkan banyak hal. Kenaikan level, item baru, dan … begitu banyak gold sehingga dia mulai khawatir jika dia harus mulai membelanjakannya.

‘Bahkan jika pilihan yang sama ditunjukkan lagi kepadaku, aku akan memilih Blessed Random Box’

Namun, itu tidak berarti bahwa dia tidak ingin tahu tentang apa yang akan dihasilkan oleh pilihan lain. Blessed Random Box itu akan memberinya apa yang dia “inginkan”, sedangkan Cursed Random Box akan memberinya apa yang dia “butuhkan”. Apa yang dia “butuhkan” dari Cursed Random Box itu?

‘Blessed Random Box tentu saja memiliki apa yang kuinginkan’

Dan sekarang, Jinwoo memiliki kesempatan untuk akhirnya memuaskan rasa penasarannya.

‘…’

Jinwoo menunggu balasan Sistem dengan hati yang gelisah. Untuk beberapa alasan, Sistem tampaknya lebih lambat dalam merespons daripada biasanya.

ring ~!

Mengurangi kekhawatirannya, balasan Sistem datang beberapa saat kemudian,

[Kamu telah memilih “Cursed Random Box”]

[Item yang dipilih sekarang akan disediakan]

shooo-

Sebuah kotak kecil muncul di depan kakinya.

‘Baiklah!’

Dengan hati yang bergetar, Jinwoo mengambil kotak itu. Dia terkejut ketika dia mengambilnya; beratnya sangat familiar baginya.

Mungkinkah?

Jinwoo dengan cepat membuka kotak itu. Dan, matanya melebar.

‘…Ini?’


Setelah meninggalkan Demon Castle, Jinwoo dengan cepat pulang ke rumah. Hal pertama yang ingin dia lakukan adalah mandi. Itu adalah kemewahan yang tidak bisa dilakukan saat berada di Dungeon selama seminggu. Meskipun dia bisa mendapatkan air dari “Toko” System, dia tidak punya waktu atau tempat untuk membersihkan tubuhnya.

‘Lagipula, mandi sambil berada di tempat yang penuh monster itu sedikit …’

splash-

Merasakan panasnya air membasahi tubuhnya, Jinwoo akhirnya merasa seperti telah benar-benar meninggalkan Dungeon.

‘Inilah mengapa rumah adalah tempat yang terbaik’

Setelah mandi, Jinwoo telah memakai satu set pakaian baru dan duduk di tempat tidur dengan handuk basah menutupi kepalanya. Sudah waktunya untuk meninjau beberapa hal. Pertama, dia melihat layar status.

‘Layar status’

ring ~

Layar yang muncul diisi dengan kata-kata yang cukup untuk memutar mata seseorang. Tatapan Jinwoo berhenti di layar stat.

[Poin stat yang tersedia: 20]

Poin stat bonus dari Quest dengan rapi menunggu keputusannya. Tentu saja, Jinwoo memasukkan semuanya ke dalam Intelligence.

ring ~

Statistik
Strength: 178
Constitution: 137
Agility: 147
Intelligence: 149
Sense: 119

Akhirnya, Intelligence mulai mengungguli statistik lainnya. Tapi itu tidak cukup dengan tingkat stat Strength, tetapi dibandingkan dengan masa lalu, itu telah membuat kemajuan yang luar biasa.

Strength, Constitution, Agility, Intelligence, Sense.

Keseimbangan terbentuk di seluruh atribut.

‘Tidak ada statistik yang sia-sia.’

Sebelum dia menyadarinya, dia menjalani saat di mana dia hanya berinvestasi pada satu atribut. Saat di mana dia semata-mata berinvestasi dalam Strength, saat di mana dia semata-mata berinvestasi pada Agility, dan akhir-akhir ini, adalah periode di mana dia hanya berinvestasi pada Intelligence. Sekarang, dia sepenuhnya memahami bahwa setiap stat memiliki manfaat dan kegunaannya sendiri.

‘Kau tahu…’

Sekarang dia telah mencapai titik ini, bagaimana jika dia hanya membagikan poinnya secara merata di seluruh stat mulai sekarang?

All-Stat Player.

Keinginan untuk sesuatu seperti itu muncul di benak Jinwoo. Itu adalah masalah yang agak membahagiakan, yang lahir dari mengetahui bahwa tidak ada satu stat pun yang tidak berguna.

‘Setelah Intelligence mencapai tingkat yang sama dengan Strength, mari kita tingkatkan statistik lainnya agar sama dengan itu’

Setelah membuat keputusan, Jinwoo beralih ke layar Skill. Hadiah ketiga ada di ruang itu.

[Hadiah 3]

[Hadiah Tidak Dikenal]

Karena betapa hebatnya hadiah pertama dan kedua, Jinwoo tidak terlalu memperhatikan hadiah ketiga yang tidak diketahui ini, setelah melihatnya, rasa ingin tahunya berlalu begitu saja. Meski begitu, dia bukan pria yang mengabaikan hadiah yang diberikan padanya.

[Hadiah 3 sekarang akan diberikan]

Apa yang muncul di tangannya dengan pesan itu adalah sebuah gulungan, mirip dengan ‘Entry Permit’ saat di Demon Castle.

‘Apa ini?’

Terkejut dengan hadiah yang memberinya barang tak terduga, Jinwoo membuka gulungan itu.

[Resep : Holy Water of Life]

[Cara untuk membuat “Holy Water of Life”]

Mata Jinwoo melebar.

‘Aku bisa membuat item sendiri?’

Hanya Hunter dari Class Penyihir yang bisa membuat senjata dengan kekuatan sihir … Oh, tunggu, aku secara teknis adalah Class Penyihir sekarang.

‘Tetap saja, untuk berpikir bahwa aku bisa membuat item jika aku punya resepnya …’

Jantung Jinwoo mulai terpacu. Pada saat yang sama, sebuah pertanyaan muncul di benaknya. Apa tepatnya yang bisa dia lakukan?

‘Apa ‘Holy Water of Life’ itu?’

Jinwoo membaca informasi item “Holy Water of Life” yang ada pada gulungan resep.

[Holy Water of Life]

[Rarity: S]

[Type: Dapat dikonsumsi]

[Menyembuhkan setiap penyakit]

[Efek hanya akan ditampilkan setelah menggunakan satu botol penuh]

[Ini adalah ramuan ilahi yang diisi dengan sihir yang kuat untuk menyembuhkan setiap penyakit]

‘Menyembuhkan … setiap penyakit?’

Saat dia membaca kata-kata itu, Jinwoo memikirkan ibunya yang berada di rumah sakit. Melalui eksperimennya dengan Yoo Jinho, Jinwoo tahu bahwa ramuan dapat digunakan pada orang lain. Jika dia benar-benar bisa mendapatkan “Holy Water of Life” ini, itu berarti dia bisa menyelamatkan ibunya. Tangan-tangan yang memegang gulungan itu bergetar kegirangan.
Bahan-bahannya sederhana.

‘Fragment of the World Tree’

[Diperoleh setelah membunuh Volkhan di Lantai 50]

‘The Spring Water from the Echoing Forest’

[Diperoleh setelah membunuh Metus di Lantai 75]

Dan bahan terakhir.

‘…Purified Blood of the Demon King’

Ini adalah satu-satunya item yang belum dia dapatkan. Namun, melihat dari mana ia mendapatkan dua bahan sebelumnya, sudah jelas baginya tentang keberadaan item itu.

Bagian atas menara.

‘Itu mungkin berasal dari bos terakhir Demon Castle di Lantai 100.’

Dengan begitu, membersihkan Dungeon Demon Castle akan membuatnya mendapatkan semua bahan untuk membuat “Holy Water of Life”.

Saat itulah Jinwoo menyadari,

“Ah.”

Dia mengucapkan tanpa berpikir. Ketegangan dari kenyataannya begitu hebat.

Bagaimana jika … hal yang dia “inginkan” dari Blessed Random Box adalah “Holy Water of Life” ini?

‘Ibu…’

Matanya berkaca-kaca saat membayangkan ibunya kembali sehat.

ring ~

[Kamu dapat mempelajari Skill Craft melalui Resep: “Holy Water of Life”]

[Apakah kamu ingin mempelajari Skill Craft?]

Pada suara sistem itu, Jinwoo tersentak kembali ke kenyataan. Untuk membuat “Holy Water of Life”, ia harus menaklukkan Demon Castle. Untuk mencapai itu, dia harus cepat mendapatkan perlengkapan raid yang tepat dan kembali. Tidak ada waktu untuk terlarut dalam perasaannya.

“… Ya”

[Kamu telah belajar cara membuat “Holy Water of Life”]

‘Ini bukan mimpi, kan?’

Seolah mengingatkannya, layar Skill sekarang menunjukkan bagian untuk Skill Craft.

[Skill Craft]

[Consumable : “Holy Water of Life” (2/3)]

Angka pada akhirnya mungkin merujuk pada jumlah bahan yang ada di tangannya.

‘Oh, benar. Aku lupa tentang ini. ’

Jinwoo mengeluarkan item yang berada disamping Spring Water dari penyimpanan. Itu adalah kalung yang terbuat dari tengkorak binatang kecil.

[The Monarch of Demons’ Necklace]

[Rarity: S]

[Type: Aksesoris]

[Agility +20, Intelligence +20]

[Set: The Crown Jewels of the Monarch of Demons]

  1. The Monarch of Demons’ Earrings
  2. The Monarch of Demons’ Necklace
  3. The Monarch of Demons’ Ring

[Set Bonus: ]

  1. ??? (2 Item)
  2. ??? (3 Item)

“The Spring Water from the Echoing Forest” bukan satu-satunya item yang ia dapatkan dari Guide of Souls. Dia juga mendapatkan sesuatu yang terlihat seperti kalung dengan bentuk yang aneh.

‘Mengapa semua kalung disana memiliki bentuk seperti ini …’

Wajah Jinwoo mengerut memikirkan kalung anjing* yang dia “kenakan” sekarang. Dia mendekatkan “Monarch of Demons’ Necklace” ke lehernya.
*TN: Kalo kurang paham.. itu adalah kalung yg biasa dikenakan anjing

ring ~

[Apakah kamu ingin mengganti “Gatekeeper’s Necklace” dengan “Monarch of Demons’ Necklace”?]

Kegunaan dari kedua item itu sangat mirip. Keduanya meningkatkan dua statistik hingga 20 poin. Namun, item baru memiliki efek yang lebih baik.

‘Ganti’

shooo-

[“Monarch of Demons’ Necklace” telah dipakai]

Kalung tengkorak menghilang dan diganti dengan kalung anjing yang ada di tangan Jinwoo. Dia memasukkan kalung tengkorak ke dalam penyimpanannya dan memeriksa bonus yang dihasilkan dari Crown Jewels of the Monarch of Demons.

[“Monarch of Demons’ Necklace”]

[SetBonus: ]

  1. All Stats +5 (2 Item)
  2. ??? (3 Item)

‘Semua statistik bertambah lima poin’

Hanya satu set bonus setara dengan meningkatkan levelnya sebesar lima, dan masih ada satu set bonus yang tersisa.

‘Monarch of Demons’ Ring… ’

Biasanya dalam video game, bonus yang dihasilkan akan menjadi lebih baik dan lebih baik saat kau melengkapi item dalam sebuah set perlengkapan. Dalam garis pemikiran itu, bonus yang tidak terungkap seharusnya menjadi sesuatu yang gila.

Tetap saja, peralatan S-rank yang dia dapatkan hanyalah manfaat sampingan dari waktunya yang dihabiskan di Demon Castle.

Manfaat sebenarnya adalah lompatan besar yang dia buat di levelnya. Jinwoo melihat kemajuan yang dia buat saat mendaki 77 lantai dan tersenyum.

‘Aku menigkat 16 level dalam satu minggu.’

Itu adalah kecepatan yang tidak terpikirkan untuk bisa dilakukan di Dungeon C-rank. Ini adalah hasil dari usahanya menghabiskan waktu di alam liar (?) selama tujuh hari. Tentu saja, dia masih memiliki urusan yang tersisa di tempat itu, tetapi Raid Demon Castle adalah kesuksesan yang luar biasa.

‘Tapi ini dia …’

Satu hal yang tidak bisa dia mengerti. Jinwoo memegang item dari Cursed Random Box di bawah cahaya dari lampu.

‘Apa ini?’

Itu adalah kunci hitam yang sepertinya menyerap semua cahaya. Tidak ada jendela informasi yang muncul ketika dia menatapnya.

‘Belum pernah jendela informasi dari Sistem tidak muncul pada item …’

Hanya Kunci Dungeon Instant yang cukup langka dari Random Box biasa, tapi dia belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya.

‘Di mana aku bahkan bisa menggunakan ini?’

Karena itu adalah item dari kotak “terkutuk”, dia merasa sedikit cemas memegangnya. Tapi tetap saja, itu adalah sesuatu yang diperoleh dengan usahanya, jadi dia tidak bisa membuangnya begitu saja.

‘Aku yakin suatu hari nanti ini akan ada gunanya’

Lagipula, Cursed Random Box mengatakan itu akan memberinya sesuatu yang dia butuhkan.

Mengembalikan kunci ke penyimpanan, Jinwoo lalu berdiri. Sekarang, dia harus fokus pada mendapatkan artefak untuk membantunya membersihkan Demon Castle.

‘Dan ada sesuatu yang ingin kujual.’

Namun, masalahnya adalah, seorang Hunter E-rank tidak bisa dengan mudah membeli atau menjual artefak tingkat tinggi. Jika Hunter peringkat rendah (dan Jinwoo dikenal sebagai yang terlemah) memasang item untuk dilelang (item yang bahkan rank tingkat tinggi akan tertekan untuk mendapatkannya), siapa yang tidak akan curiga terhadapnya? Sama halnya dengan membeli. Dengan title “Hunter E-rank” yang melekat padanya, sulit bagi Jinwoo menggunakan dana yang telah dikumpulkannya.

‘Akan sulit untuk menjelaskan di mana aku ingin menggunakan artefak juga’

Maka, dia harus mengatasi situasi canggung ini.

‘Sudah waktunya …’

Saatnya menghilangkan julukan E-rank.

Test ulang peringkat.

Sudah waktunya baginya untuk mendapatkan peringkat sejatinya.

Ekspresi Jinwoo menjadi serius.

‘Pada levelku saat ini, aku mungkin tidak akan diperalat oleh orang lain’

Sejak awal, itu adalah salah satu tujuannya naik level. Untuk mencegah kekuatan yang lebih kuat memaksanya berada di bawah kendali mereka, dan karena itulah Jinwoo telah menyamar sebagai E-rank.

Tapi sekarang? Dia bisa berdiri bertatap muka dengan Guildmaster Baekho, Baek Yoonho. Tidak, bahkan jika itu bukan Baek Yoonho, dia yakin bahwa dia bisa tetap kuat di depan siapa pun. Tidak ada lagi alasan untuk menyembunyikan kekuatannya.

ba dum, ba dum, ba dum

Berpikir untuk membuang gelar “E-rank” yang menyebalkan yang mengganggu masa lalunya, hati Jinwoo mulai berdetak lebih cepat.

‘Sebelum itu,’

Ada satu hal yang harus dia periksa. Jinwoo menyalakan telepon Hunter-nya. Setelah seminggu tidak ada kontak, teleponnya dipenuhi dengan panggilan dan pesan yang tidak terjawab. Kebanyakan dari mereka adalah nomor yang tidak diketahui. Dia merasa menyesal, tetapi dia tidak terlalu ingin memeriksa siapa mereka.

‘Jika ini mendesak, aku yakin mereka akan menelepon lagi’

Dengan pikiran dingin, dia terus menelusuri riwayat panggilan dan menemukan nomor yang dia inginkan. Lalu Jinwoo memanggil nomor itu.

[Follow me~]

[Follow me~]

Bahkan sebelum nada dering menyelesaikan satu kalimat, orang di ujung telepon sudah mengangkat telepon dengan kecepatan luar biasa.

“Hyungnim!”

Apakah dia berada di Dungeon selama itu? Untuk berpikir bahwa suara bocah ini akan terdengar sangat ramah. Jinwoo tersenyum dan membuka mulutnya,

“Apakah pembicaraan dengan ayahmu berjalan lancar?”

“Ya! Itu berjalan dengan baik, hyungnim! ”

‘Oh ya?’

Itu bagus untuk didengar. Jinwoo tidak ingin mengambil tes ulang sementara Yoo Jinho tidak berhasil dengan kesepakatannya bersama ayahnya. Dan jika pihak mereka baik-baik saja, dia tidak punya masalah lagi. Dia menduga bahwa ucapan selamat Yoo Jinho berarti kabar baik, tetapi mendengarnya dari mulut pemuda itu memberinya jaminan yang dia butuhkan.

“Hyungnim! Aku sebenarnya akan pergi menemuimu tentang- ”

klik.

‘Hah?’

Panggilan itu tiba-tiba berakhir. Jinwoo memeriksa teleponnya; dan itu sudah mati karena kehabisan baterai.

‘Yah … aku lupa untuk mengisi ulangnya sebelum pergi ke Demon Castle’

Tetap saja, itu baik bahwa dia dapat memastikan Yoo Jinho telah berhasil. Jinwoo mengganti pakaiannya. Kantor pusat Asosiasi tidak jauh dari sini. Dia bisa menyelesaikan tes ulang dalam sekejap.

“Oh, benar.”

Jinwoo sudah setengah jalan keluar dari pintu dan dengan cepat kembali. Dia lupa tentang adik perempuannya. Dia mungkin akan khawatir jika kakaknya, yang mengatakan dia akan pulang setelah seminggu, meninggalkan rumah lagi tanpa sepatah kata pun. Dia meninggalkan catatan singkat di atas meja dapur.

[Oppa sudah pulang dan pergi keluar lagi]

Dengan senyum puas, Jinwoo meninggalkan rumah.


Sudah lama sekali sejak Jinwoo berdiri di depan Kantor Awakened Rank Test.
TN: Awakened disini bukan hanya yang seperti Jinwoo, yang habis mati tiba-tiba dibangkitkan kembali. Tapi yang tiba-tiba memiliki kemampuan. Susah jelasinnya eu.. kalo masih belum paham koment aja dibawah.

‘Sudah empat tahun?’

Mungkin lima? Dengan wajah nostalgia, Jinwoo berjalan ke arah pegawai di meja resepsionis. Pegawai itu bahkan tidak melihat ke atas,

“Tolong bukti identitas dan informasi kontak Anda”

Teringat bagaimana proses berjalan terakhir kali, Jinwoo meletakkan dokumen yang sudah disiapkannya.

“Hmm?”

Pegawai itu melihat bukti identitas Jinwoo dan memiringkan kepalanya,

“Ini adalah Lisensi Hunter.”

“Ya.”

Pegawai itu tampak bingung,

“Jika Anda memiliki keluhan tentang hasil peringkat Anda, itu di kantor yang berbeda”

“Tidak, aku di sini untuk test ulang”

“Hah?”

Pegawai itu bolak-balik antara wajah Jinwoo dan lisensi lalu mengacungkan jari,

“T-tunggu sebentar”

Pegawai itu berdiri dan pergi ke belakangnya ke seorang lelaki setengah baya yang kelihatannya pemarah.

“Deputi, ada Hunter yang datang ke sini untuk test ulang, apa yang harus saya lakukan?”

TN: Deputi itu bukan nama orang tapi jabatan eak. Kalo di bahasa indonesia Wakil.

“Test ulang? Apa peringkatnya saat ini? “

“E-rank, pak”

Deputi melihat ke belakang karyawan, yaitu pada Jinwoo.

“Itu terjadi dari waktu ke waktu. Hunter yang tertipu yang datang ke sini, tidak dapat menerima kenyataan mereka”

“Jadi menurut anda pria itu?”

Deputi itu mengangguk,

“Kebangkitan Kembali pantatku … Dia hanya tidak bisa menerima kenyataan bahwa Hunter lainnya mendapat satu ton uang dan lebih terkenal darinya”

“Ah.”

“Orang-orang seperti itu akan membuatmu sakit kepala jika kau terlalu lama menghibur mereka. Katakan saja kepadanya bahwa dia harus membayar biaya tes ulang dan mengirimnya ke gedung pengujian”

“Ya pak.”

Setelah menghilangkan kekhawatirannya, pegawai itu kembali ke meja resepsionis. Wakil itu menatap pegawai dan Jinwoo, lalu mendecakkan lidah, kemudian dia mengembalikan pandangannya ke komputer. Tiba-tiba, jari-jari wakil itu berhenti. Nama Hunter itu … Dia merasa seperti pernah mendengarnya sebelumnya.

‘Dimana itu?’

Setelah pria itu menghilang ke gedung pengujian, dia diam-diam pergi ke pegawai.

“Hunter E-rank itu tadi, siapa namanya?”

“Itu Sung Jinwoo. Apakah anda mengenalnya?”

“Tidak, kurasa tidak.”

Tetapi wakil itu tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa dia telah mendengar nama itu sebelumnya. Menelusuri ingatannya, dia tiba-tiba menyadari sesuatu dan membelalakkan matanya.

‘Ah!’

Pria itu bertanya padanya! Untuk memberi tahu dia jika seorang Hunter bernama Sung Jinwoo datang ke kantor pengujian. Kenapa dia tidak ingat ?! Wakil itu menghilang ke sudut dan dengan cepat memanggil seseorang.

ring, ring

“Halo, ini Baek Yoonho.”

“Ah, Guild Master Baek. Ini tentang Hunter yang anda tanyakan sebelumnya. Hunter itu Sung Jinwoo. Dia benar-benar datang ke sini. Maksudku, bagaimana anda tahu dia akan datang? “

“Sung Jinwoo-ssi datang ke kantor pengujian?”

“Ya, dia baru saja meminta tes ulang sekarang.”

“…”

Wakil mengira panggilan itu sudah berakhir, tetapi sesaat kemudian, sebuah suara mendesak berlanjut di telepon,

“Bisakah kau menunda pengujiannya, bahkan walau sebentar? Aku akan kesana”

Sang wakil memiringkan kepalanya.

Apakah dia salah? Suara Guild Master Baekho itu terdengar cemas.

‘Hari yang aneh.’

Sayangnya, masalah itu sudah berada diluar tanggung jawabnya. Deputi menggaruk pelipisnya dan menjawab,

“Er … Dia sudah pergi ke gedung pengujian.”

tags: baca novel Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia, web novel Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia, light novel Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia, novel Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia, baca Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia , Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia manga, Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia online, Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia bab, Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia chapter, Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia high quality, Solo Leveling Chapter 75 Bahasa Indonesia manga scan, ,
Table of Content
Advertise Now!

Please wait....
Disqus comment box is being loaded